Sistem Jalan Konvoi: Mengasyikan, Aman dan Irit BBM

 

Sistem Jalan Konvoi: Mengasyikan, Aman dan Irit BBM
Sistem konvoi yang digagas di Eropa. Volvo termasuk salah satu anggota yang menguji-coba proyek ini awal tahun depan.
Artikel Terkait...:
KOMPAS.com – Kondisi lalu lintas jalan tol saat ini, semakin mencemas para komuter yang setiap hari harus melakukan perjalanan cukup jauh. Kemacetan makin parah. Akibatnya, di samping buang energi dan waktu perjalanan lebih lama, juga riskan dengan bahaya.

Kondisi tersebut bukan hanya menjadi kekhawatiran pemakai jalan tol di tanah air dengan tingkat disiplin lebih rendah. Di Eropa, juga terjadi kondisi yang sama. Karena itulah, para ahli transportasi dan jalan bekerjasama dengan insinyur otomotif memprakarsai proyek sistem jalan raya konvoi yang disebut SATRE atau Safe Road Trains for the Environment.

Rombongan Kecil
Konsep sistem, di jalan tol, mobil penumpang, bus dan truk, bisa membentuk kelompok kecil barisan atau konvoi yang terdiri dari 6-8 kendaraan. Setelah itu, seluruh iringan dan dipandu kendaraan paling depan berjalan beriringan rapat. Selanjutnya, pengemudi tidak perlu lagi mengontrol setir, pedal gas dan rem. Semua akan berjalan otomatis.

Menurut parah ahli yang menggagas, konsep tersebut bukan utopia. Teknologi tersebut sudah ada pda mobil-mobil canggih. Namun belum bisa digunakan secara efektif.

Ditambahkan, konsep ini tidak memerlukan pembangunan infrastruktur baru. Hasilnya, aliran lalu lintas kendaraan lebih lancar . Waktu perjalanan lebih pendek, makin nyaman dan bisa mengurangi kecelakaan. Konsumsi bahan bakar jadi lebih irit dan tak kalah penting mampu menurunkan emisi CO2.

Pengemudi Snatai
Bayangan sistem jalan raya konvoi tersebut sebagai berikut. Anda meninggalkan rumah di pagi hari. Beberapa saat kemudian masuk ke jalan raya khusus ini. Lantas bertemu dengan sejumlah kendaraan lain. Jarak antara kendaraan hanya beberapa sentimeter atau konvoi rapat. Namun seluruh kendaraan bisa melaju pada kacepatan normal.

Setelah mengikuti konvoi, Anda bisa melepas tangan dari setir. Setelah itu melakukan kegiatan lain. Membuka komputer dan memeriksa e-mail dan mencari mulai melakukan kerja. Atau bisa juga meononton TV alias santai! Hebatkan!

Setiap kendaraan yang mengikut i konvoi bisa melakukan kontrol sendiri, baik mengatur kecepatan atau pengereman dan membelok. Mirip dengan auto-pilot. Namun pada sistem ini ada kendaraan pemandu di barisan paling depan.

Setiap kendaraan yang masuk ke jalan ini harus membentuk rombongan barisan . Kendaraan dikemudikan secara normal dengan seluruh sistem kontrol berfungsi. Mobil di belakang mengikuti kendaraan depan yang dikemudikan oleh supir berpengalaman dan tahu betul dengan rute yang dilalui. Pimpinan konvoi bisa saja taksi, bus atau truk.

Bila sebuah mobil sudah dekat dengan tujuannya, pengemudi langsung melakukan kontrol, meninggalkan konvoi dan langsung pindah jalur untuk meneruskan perjalanannya. Kendaraan yang masih dalam barisan melanjutkan perjalanan sampai konvoi mereka juga nanti berpisah.

Irit 20 Persen
Karena konvoi berdekatan, hambatan angin bisa dikurangi. Diperkirakan, konsumsi bahan bakar bisa diirit sampai 20 persen. Kapasitas jalan juga lebih tinggi dan tak kalah penting makin aman.

Dijelaskan pula, konsep ini sangat menguntungkan para komuter yang melakukan perjalanan jauh setiap hari. Juga potensial buat truk, bus dan kendaraan komersial lain.

Tes pertama teknologi ini akan dijalankan pada trek tes awal tahun depan. Kendaraan dilengkapi dengan sistem navigasi dan unit transmiter dan receiver yang berkomunikasi dengan kendaraan di depan. Mengingat akan dibuatnya jalan tol trans Jawa, mungkin konsep ini bisa juga dipikirkan!

 

Sumber :

http//:otomotif.kompas.com/read/xml/2010/01/8